catatankaki.info – Mahasiswa etnis Papua dari berbagai kampus yang tergabung dalan Gerakan Solidaritas Mahasiswa Peduli Kabupaten Puncak Jaya Papua melancarkan demontrasi di Flyover siang tadi, Jumat (04/08/2017).

Demontrasi tersebut merespon sistem noken yang digunakan dalam pemilu khusus provinsi Papua. Noken atau yang lebih dikenal sebagai tas masyarakat Papua menjelma menjadi sistem demokrasi cacat.

Sistem noken telah diatur dalam kontitusi petunjuk teknis Komisi Pemilihan Umum, Papua Nomor 1 tahun 2013 (noken digunakan sebagai pengganti kotak suara). Dan telah diakui pula oleh Mahkamah Konstitusi RI.

Sistem noken yang mulai diterapkan di awal tahun 2017 dinilai sebagai sistem otoriter karena mengkerdilkan suara masyarakat Papua. Masyarakat tak punya hak bebas untuk memilih dalam pemilu karena pemilih dipaksa untuk memilih calon kepala daerah tertentu.

Lawon Enumby salah satu demonstran mengatakan sistem noken dinilai telah memicu konflik selama beberapa tahun terakhir di Kabupaten Puncak Jaya. Perpecahan keluarga, kelompok, pembunuhan dan pemerkosaan menjadi dampak dari sistem noken.

Sementara pemerintah yang buta, tuli dan bisu-lan itu hanya mendiamkan kericuhan dan menilai sistem tersebut sebagai bagian kearifan masyarakat Papua tanpa mempertimbangkan dampak yang terjadi.

ini sistem otoriter, yang punya kekuasaan itu punya hak untuk mengarahkan suara masyarakat dalam pemilihan, jadi tidak ada individu yang memilih calon kepala daerahnya sendiri tapi dipilihkan sama yang punya kuasa” papar Lawon.

ini mencederai negara kita, karena sistem negara kita demokrasi, makanya Papua ini tidak merasakan demokrasi itu, kita seperti diasingkan” tambahnya.

Akan hal tersebut, demonstran menuntut :

1. Menuntut dengan tegas kepada Mahkamah Konstitusi RI, Panwaslu dan Banwaslu serta KPU untuk memutuskan hasil perolehan suara pemilihan kepala daerah Kabupaten Puncak Jaya.

2. Menuntut dengan tegas kepada DPRD, DPRP, MRP KPU Provinsi Papua dan DPR RI segera menghilangkan pemilihan sistem noken.

3. Menuntut pemerintah daerah bekerja sama dengan pihak berwajib TNI-Polri segera mengambil tindakan positif guna menyelesaikan konflik yang terjadi di Kabupaten Puncak Jaya Papua.

Demonstrasi yang berjalan tertib tersebut diakhiri dengan pernyataan sikap dan pembakaran atribut aksi.

P70804-105801o

(Han Duck)

Previous LBH Makassar: Pangdam XIV Hasanuddin Tidak Taat Hukum!
Next Pihak Gubernur Tidak Memberi Solusi

252 Comments

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *