Catatankaki.info—Senin, (6/5) Catatan Kaki merilis infografik  di Instagram dengan judul “Ketika Aspirasi & Ekspresi Kemahasiswaan Dibalas Represi Pihak Keamanan”. Pada poin kelima dalam infografik tersebut dipaparkan kekerasan terhadap massa aksi dalam momentum Hardiknas, Kamis (2/5), dimana anggota UKM Teater dan awak PK Identitas disebut turut menjadi korban.

Namun, klarifikasi disampaikan oleh Khintan, dari PK Identitas Via Whatsapp. Ia menyampaikan, kru Identitas atas nama Arisal tidak dipukuli oleh Satpam. Ia pun menambahkan,  Identitas telah mendatangi kantor satpam dan menanyakan perihal pemukulan terhadap anggotanya. Pihak Satpam mengatakan, mereka tidak melakukan pemukulan terhadap Arisal.

Berdasar hal tersebut, Tim Catatan Kaki kembali menelusuri jejak pemukulan terhadap Fotografer Identitas tersebut. Dihubungi pada Selasa malam (7/5) lalu, Arisal atau yang akrab disapa Ichal menyampaikan, ia memang  tidak mengetahui secara pasti siapa yang melayangkan bambu di paha belakangnya sampai meninggalkan memar. Namun secara kronologis ia memaparkan, sekita pukul 16.40 Wita ia berada di depan Bank Mandiri (samping rektorat). Saat itu aksi demo telah ricuh dan pihak satpam bersama pegawai rektorat melakukan penyisiran di sekitar gedung rektorat.

Setelah melihat mahasiswa diseret oleh satpam dan dipukuli beberapa orang yang ia sebut “oknum”, dengan buru-buru ia lantas memotret kejadian tersebut. Namun satpam dan pegawai Unhas teriak “kenapa difoto?” sebutnya menirukan teriakan oknum tersebut.

Dengan cepat Ichal melakukan pembelaan diri dengan menyebutkan bahwa ia media dari Identitas Unhas. Beberapa orang  terdiri satpam dan pegawai  menanggapinya dengan berseru  “hapus itu foto,!” dan hal itu disampaikan berulang kali sembari mereka menghampiri Ichal.

Saat dihampiri, Ichal langsung memperlihatkan ID Card yang ia rogoh dari dalam sakunya. Ia menambahkan, salah seorang oknum mengambil serta menjatuhkan ID Card tersebut. Ketika itu terjadi, beberapa orang telah berkerumun di belakangnya dan pada saat itulah terjadi pemukulan. Sebuah tongkat dari bambu dihantamkan  ke paha bagian belakangnya. Kamera yang saat itu ia pegang pun kini tak lagi berada di tangannya, telah diambil.

“Setelah itu saya mundur mi dan mereka masih mengejar saya,” papar mahasiswa jurusan Ilmu Sejarah tersebut.

Pada akhirnya, kameranya yang telah diambil dikembalikan, tetapi dokumentasi saat satpam menyeret mahasiswa ke pelataran Gedung Rektorat telah tiada, sudah terhapus.

Seperti disampaikan sebelumnya, Ichal tidak mengetahui siapa yang memukulnya karena pukulan tersebut dari arah belakang dan kepala satpam pun menampik hal tersebut.

Akan tetapi, sebelum dan setelah kejadian pemukulan tersebut, Ichal menyampaikan,  ia memang melihat orang yang memegang bambu. Dalam keterangannya ia menambahkan, orang yang ia lihat memegang bambu memakai seragam Korpri (Korps Pegawai Republik Indonesia), yakni batik biru khas PNS. Namun saat ditanyai lebih lanjut, ia mengaku tidak ingat wajah orang yang memegang bambu tersebut, akan tetapi menurutnya itu adalah pegawai Unhas.  

Sementara, Humas Unhas, Ishaq Rahman, menyebut hal yang dialami oleh Ichal adalah sebagai kejadian “salah diamankan”. Ia pun menyalahkan kru Identitas dalam hal ini karena tidak memakai id pers sejak awal. Sehingga pengaman kampus saat itu, kata Ishaq secara tidak sengaja memukul kru Identitas karena tak diketahui ia sebagai awak media.

“Dia punya id pers tapi dia kantongi, dia tidak tunjukkan, nanti pada saat sudah diamankan oleh satpam baru dia tunjukkan kalau dia ini pers makanya waktu itu saya sebagai Humas marahi saya bilang kamu ini kenapa tidak pake id pers mu, kamu harus pake id pers, supaya kamu terlindungi begitu,” bebernya, Senin  (13/5)

“Satpam ini tidak sengaja memukul karena satpam mengamankan ini karena dia sama sekali tidak menyangka bahwa dia ini adalah dari pers,” lanjutnya.

Perihal foto-foto yang dihapus oleh Satpam, Ishak mengaku tak mengetahui kejadian tersebut. Katanya, ketika kamera awak Identitas diambil oleh pihak Satpam, Ia segera mengambil kamera tersebut lantas mengecek isi memori. Ia mengaku melihat beberapa foto sehingga pikirnya kamera kru Identitas tersebut masih bagus.

Hal tersebut bertentangan dengan keterangan yang disampaikan Ichal, sebagaimana telah dituliskan secara kronologis di atas. Terkait penghapusan foto dari kamera yang digunakan Ichal untuk mendokumentasikan mahasiswa yang diseret ke Pelataran Gedung Rektorat, Dosen Jurusan Hubungan Internasional tersebut mengaku  tidak mengetahui kejadian itu.

“Penghapusan foto – saya tidak dapat kabar kalau itu,” jawabnya singkat.

Sepekan lebih setelah kejadian, permasalahan ini Ishaq anggap sudah selesai. Dalam penjelasan Ishaq, permasalahan tersebut diselesaikan secara “baik-baik”. Walaupun ia mengakui telah terjadi pemukulan terhadap kru Identitas, namun tak ada solusi lebih lanjut. Ia hanya berharap bagi awak media di kemudian hari untuk memakai Id pers jika ingin meliput, jika tidak, pemukulan mungkin saja terjadi kembali terjadi.

Bersama dengan tidak adanya sikap yang jelas dan  tindak tegas terhadap kejadian pemukulan tersebut, maka kemungkinan untuk terjadinya kejadian serupa tentu sangat besar, jika hari ini kru identitas yang jadi korban, entah siapa lagi selanjutnya.


Penulis: Nomi

Editor: Le Petit

Previous Bentrok Aksi Hardiknas: Kronologi Kasus Salah Tangkap dan Penganiayaan oleh Satpam
This is the most recent story.

No Comment

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.