Sampah Unhas Mengganggu Warga


petugas sampah kampus Unhas, sedang membuang sampah di lokasi dekat pemukiman warga (Belakang masjid kampus)
petugas sampah kampus Unhas, sedang membuang sampah di lokasi dekat pemukiman warga (Belakang masjid kampus)
Petugas sampah kampus Unhas, sedang membuang sampah di lokasi dekat pemukiman warga (Belakang masjid kampus)

 

Catatankaki.info – Sebuah lokasi di dalam kampus Universitas Hasanuddin yang terletak di sudut danau pintu satu (belakang mesjid kampus), belakangan ini dijadikan sebagai penampungan sampah. Sampah yang berasal dari tiap fakultas kemudian di tampung di lokasi tersebut. Lokasi itu mulai dijadikan Penampungan sampah oleh pihak Universitas sejak pertengahan tahun 2013. Hingga kini Penampungan tersebut telah meluas dan hampir menutupi sebagian pemukiman warga yang tinggal di dalam kompleks perkantoran Dinas Pendidikan.

Penampungan sampah tersebut dulunya hanya untuk menampung sampah kering yang bisa langsung dibakar, tetapi selang beberapa waktu kemudian, sampah basah juga telah dibuang di lokasi itu. Sebelumnya telah ada tempat Penampungan sampah yang disediakan di dalam kampus dan siap untuk diangkut oleh truk pengangkut sampah milik pemkot Makassar untuk diteruskan ke tempat pembuangan akhir (TPA) Antang yang merupakan pusat TPA Sampah Kota Makassar. Tetapi para petugas sampah cenderung membuang sampah di lokasi tersebut.

Penampungan sampah tersebut membuat warga yang tinggal di sekitarnya merasa terganggu. Ruslianto salah seorang warga yang telah lama tinggal di daerah tersebut mengungkapkan keresahannya terhadap penampungan sampah yang tidak layak tersebut. Mereka sangat terganggu saat sampah tersebut dibakar, karena asap yang dikeluarkannya masuk hingga ke dalam rumah warga.

“Kami sangat terganggu dengan penampungan sampah yang berada di belakang rumah kami ini, asap yang dikeluarkan akibat pembakaran sampah itu masuk sampai ke dalam rumah, dan itu sangat mengganggu kami.” tutur Ruslianto

Ruslianto berharap agar penampungan sampah di tempat itu segera dihentikan karena jika dibiarkan terus menerus, maka bukan asap pembakarannya saja yang akan mengganggu tetapi baunya yang menyengat akan sampai ke kompleks perumahan mereka.

“Saya harap agar pihak kampus tidak lagi membuang sampah di lokasi tersebut, karena jika nantinya penampungan sampah tersebut bertambah besar, maka pasti bau busuknya akan sampai ke dalam rumah” tutup Ruslianto saat ditemui tim CAKA di kompleks perumahan Dinas Pendidikan. *msm

 

Previous Reformasi Kantin Jasbog
Next Mobil Dinas Untuk Dekan Fakultas di Unhas

No Comment

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.