catatankaki.info – Kepulan asap hitam membumbung di langit Pintu Satu Universitas Hasanuddin sore ini (Kamis, 11/10). Kian besar api yang melalap ban, kian pekat pula asap yang lepas ke udara. “Kapitalisme! Hancurkan!”, teriak massa aksi secara serentak. Riuh klakson kendaraan yang lalu-lalang semakin menambah riuh suasana aksi.

Aksi yang dilakukan oleh puluhan mahasiswa ini mengatasnamakan diri sebagai aliansi Resist AM IMF-WBG (Annual Meeting International Monetary Fund-World Bank Group). Aksi ini menolak AM IMF-WBG dan kapitalisasi pendidikan tinggi.

AM IMF-WBG ini berlangsung di Bali dari tanggal 8-14 Oktober 2018. Ada beberapa hal yang akan di bahas dalam pertemuan ini yaitu 1) penguatan sistem moneter international (IMS) – penyesuaian dan normalisasi kebijakan negara maju terhadap negara berkembang, 2) perkembangan ekonomi digital, 3) pembangunan infrastruktur dan peranan pihak swasta dalam pembiayaan pembangunan berupa infestasi (public private partnerships), 4) penguatan aspek ekonomi syariah, dan 5) isu-isu terkait sektor fiskal, yang meliputi urbanisasi, ekonomi digital, human capital, menejemen resiko bencana, perubahan iklim, dan pembiayaan infrastruktur.

Massa aksi berkumpul di tugu Volcom, sambil membunyikan sirene untuk menarik massa aksi yang ingin bergabung.
Foto: Kepompong

Dalam selebaran yang di sebar oleh massa aksi, kelima pembahasan tersebut sebenarnya berangkat dari kesadaran kegagalan ekonomi global, dimana kapitalisme gagal menyelesaikan masalah dasar yakni kemiskinan, pengangguran dan ketimpangan.

Selain itu, pertemuan inipun akan berimbas pada sektor pendidikan terutama pendidikan tinggi di Indonesia. Karena dalam konteks dan produk perjanjian yang di lahirkan dari AM IMF-WBG  akan menjadi sumber hukum atau setidaknya mempengaruhi kebijakan-kebijakan yang akan di keluarkan pemerintah Indonesia, seperti halnya dengan Undang-Undang No.12 Tahun 2012 tentang Perguruan Tinggi. Akhirnya Produk hukum yang lahir dari kapitalisme global harus jadi produk hukum nasional.

Aksi di mulai sekitar pukul 16.00 Wita. Massa aksi awalnya berkumpul di pelataran Baruga A.P Pettarani Unhas kemudian berjalan menuju tugu Volcom menjelang pukul 17.00 Wita. Selama di tugu Volcom, sirene di bunyikan untuk menarik massa aksi yang ingin bergabung dalam barisan. Massa aksi pun lanjut berjalan menuju Pintu Satu Unhas sambil membawa spanduk besar bertuliskan ‘LAWAN IMF-BANK DUNIA! MEMBUSUKLAH BERSAMA UTANGMU!!!’.

Selain orasi, massa aksi juga membakar ban. Aksi pun berakhir seiring padamnya api pembakaran ban pada pukul 18.00 Wita.


Penulis: Ferlita

Editor: Yuliana 

Previous Sastra dalam Perjuangan Politik
Next UNM akan Membangun Pagar Permanen, Pedagang Kaki Lima Terancam Digusur

No Comment

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *