Massa aksi dihadang tentara bersenjata lengkap saat mencoba berjalan ke tempat Forum Rektor Indonesia (FRI) yang berada di Baruga Pettarani, Univeritas Hasanuddin. Kamis (15/02). Foto : Jude Al Ginger

catatankaki.info – Mahasiswa dihadang personil Tentara dan Brimob saat ingin menyampaikan aspirasinya kepada Presiden Jokowi,  yang  pada hari ini menghadiri pembukaan acara Forum Rektor Indonesia (FRI) di Baruga Pettarani, Universitas Hasanuddin, Kamis (15/02).

Massa Mahasiswa yang mulai berkumpul sekitar pukul 15.00 di Fakultas MIPA mulai berjalan menuju arah Baruga Pettarani dengan membawa spanduk bertuliskan “Stop Komersialisasi Pendidikan”. Namun tak sampai jauh, massa aksi dihadang oleh Tentara bersenjata lengkap di koridor MIPA. Dari arah kejauhan, puluhan Brimob juga berkumpul dengan senjata pentungan di area Perpustakaan Pusat Unhas.

Tentara bernegosiasi dengan massa aksi untuk tidak melangkah lebih jauh.

Karena tak kunjung mendapat izin melangkah lebih jauh dari tentara, massa aksi meminta untuk salat istikharah di sekitar koridor sebagai simbol penolakan komersialisasi pendidikan. Namun permintaan dari massa aksi ini juga tetap mendapat penolakan.

Selang berapa lama, Wakil Rektor III, Abdul Rasyid datang untuk menemui massa aksi. ““Tidak usahmi diskusi, tidak usah, oke sudah, tolong bubar memang tidak ada diskusi karena tidak ada yang perlu di diskusikan, kalian juga punya forum kami tidak pernah hadir, forum rektor ini, kalau mau hadir ya jadi rektor juga, tolong hargai sedikit kita kedatangan tamu simbol negara, oke sudahmi, tidak ada diskusi,” tegas Cido sapaan WR III. Setelah itu Cido meninggalkan massa aksi.

Tentara bersenjata lengkap yang berjaga di depan koridor Fakultas MIPA. Foto : Jude Al Ginger

Hingga sekitar pukul 17.00, massa aksi masih berkumpul di area koridor karena tak mendapat izin dari tentara. Sementara itu, salah satu massa aksi mengatakan, tujuan dari aksi ini adalah untuk menyampaikan aspirasi mahasiswa Makassar. “Tujuan kumpul untuk ajukan aspirasi bagaimana pendidikan saat ini di Indonesia tidak sedang baik-baik saja, itu sudah pembicaraan semua lembaga bahkan hingga seluruh kampus di Makassar itu juga jadi pembincangan,” jelasnya.

Penulis : Petunia

Editor : Uk Marco

Previous Forum Rektor Indonesia; “Menanti Mahasiswa Makassar Berpesta”
Next Nasib Cleaning Service di Antara Unhas dan Perusahaan

No Comment

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *