Dedaunan menatap sendu menanti gerimis
Merasa gerah karena polusi
Rindu segarnya udara bumi

Angin berhembus melayangkan tatapan sinis
Terusik oleh deru dan debu usil
Membuat hembusannya terburu-buru pergi

Air tenang diam-diam menyindir
Geli melihat yang hidup
Meracuni diri sendiri

Tanah disekap
Terbungkam sampah
Tak mampu bernafas

Pepohonan merunduk
Sedih kerabatnya direnggut
Dan tidak ada obat untuk pilu

_Putri

Previous BEM Fakultas Kembali Tolak Pembentukan BEM Universitas
Next Hentikan Kekerasan Terhadap Petani

9 Comments

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *