Senin (22/4/2019). Sekitar lima puluh orang terlihat berkerumun di pinggir jalan depan Universitas Hasanuddin. Terdapat beberapa orang yang menggelar sebuah spanduk besar di tengah-tengah mereka yang menghadap ke jalan raya. Tulisannya, “Selamatkan Bumi Mulai dari Diri Anda Sendiri”.

Di sekitar bentangan spanduk tersebut, beberapa orang sedang membagikan bibit pohon kepada para pengemudi yang sedang menanti menyalanya lampu hijau di perempatan depan Pintu 1 UNHAS.

Kerumunan tersebut merupakan mahasiswa Fakultas Kehutanan Universitas Hasanuddin. Sejak pukul empat, mereka menggelar sebuah aksi kampanye memperingati hari bumi, sekaligus untuk melakukan penyadaran terkait krisis lingkungan yang terjadi saat ini. Abdul Rahman, Ketua BEM Fakultas Kehutanan, juga hadir dalam kampanye tersebut.

Sebagai salah satu dari rentetan perayaan hari bumi di berbagai belahan dunia yang jatuh pada tanggal 22 April hari ini, kampanye BEM Kehutanan juga melihat aksinya sebagai bagian dari usaha untuk meluaskan wacana terkait kerusakan lingkungan, khususnya di Kota Makassar.

“Jadi kita lihat pada tahun ini kampanye terkait perubahan iklim itu lagi marak-maraknya. Jadi bukan cuma di Swedia saja yang melakukan kampanye Friday for Future. Di Indonesia sendiri, teman-teman siswa di Jakarta juga sudah lakukan itu. Dan yang di Makassar mungkin belum dapat info, dan mungkin kesadarannya belum terbuka. Jadi melalui kegiatan ini juga kami melakukan penyadaran terkait perubahan iklim”, papar Abdul Rahman.

 

Salah satu peserta kampanye yang membagikan bibit pohon kepada pengguna jalan.

Terkait pandangannya soal strategi dalam menyikapi kerusakan lingkungan, Abdul Rahman menganggap bahwa usaha-usaha tersebut perlu diawali dari hal-hal kecil, sebelum kemudian melakukan hal-hal yang lebih serius dengan menyerang sistem yang rusak hari ini.

“Jadi harapannya sebenarnya dimulai dari hal-hal yang kecil, seperti menanam-menanam pohon. Saya pikir kalau semua teman sudah resah, sudah merasakan kualitas udara yang sudah tidak baik, saya pikir kita sudah bisa mulai melawan sistem yang tidak ramah lingkungan. Jadi kita memang butuh kesadaran kolektif terlebih dahulu.”

Kepada civitas akademika UNHAS, Abdul Rahman menanyakan, “Yang harus kita ingat seberapa banyak yang kita produksi setiap hari, dan seberapa banyak oksigen yang kita hirup setiap hari. Nah, apa yang kita berikan kepada lingkungan? Apa yang kita berikan untuk memberikan penyeimbangan?”

 “Di makassar sendiri, saat ini kita lihat sudah banyak reklamasi yang dilakukan oleh pemerintah kota berdasarkan investor-investor yang masuk, dan itu yang menyebabkan daerah resapan air menjadi kurang. Kita lihat kemarin banjir yang terjadi di Sulsel, itu juga merupakan salah satu akibat dari pembukaan lahan secara besar-besaran di hulu DAS (daerah aliran sungai) Jeneberang. Jadi salah satu upaya dari teman-teman BEM Kehutanan itu dengan membagikan bibit pohon secara gratis ke masyarakat untuk ditanam, agar daerah resapan air ini kembali meningkat”, tutupnya sebelum kembali ke massa aksi untuk bersiap-siap mengakhiri kampanye sekitar setengah enam sore.


Penulis: Immank

Editor: Nomi

Previous MEMPERTANYAKAN SEKALIGUS MENANTANG LITERASI SEORANG WR III YANG OTORITER DAN ANTI-KRITIK
Next Peringati May Day, Serikat Mahasiswa Unhas Serukan Hapus Sistem Outsourcing terhadap Petugas Kebersihan Unhas

No Comment

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.